September 16, 2008

Kesenangan dan Kebahagiaan

"Pleasure may come from illusion, but
happiness can come only of reality."
- Nicolas Chamfort
&&&
"Action may not always bring happiness; but
there is no happiness without action."
- Benjamin Disreali


Kita sering confuse memahami kesenangan dan kebahagiaan. 'Kesenangan' dan 'kebahagiaan' membingungkan bagi kita, dan karenanya mungkin mengakibatkan pengertian yang keliru. Banyak orang menyamakan kesenangan dengan kebahagiaan, menganggap kesenangan sebagai kebahagiaan, dan sebaliknya. Kalau begitu, apa itu kesenangan dan kebahagiaan?

Coba ingat, hal-hal yang mungkin pernah kita lakukan, misalnya: main game berjam-jam; melihat pemandangan alam yang indah; makan minum enak di restoran; tidur-tiduran sampai tengah hari Sabtu karena libur; menonton sinetron kesukaan di televisi.

Coba ingat lagi jika pernah, misalnya: menolong seorang anak belajar matematika, sehingga dia bergembira dan dapat menyerap ilmunya; membesarkan seorang anak dengan penuh perhatian; memberikan bantuan rutin kepada seorang siswa yang tidak mampu; mendamaikan satu keluarga yang hampir cerai-berai menjadi rukun bersatu; menjadi teman berbagi bagi seseorang yang punya masalah serius; membina relasi yang baik dengan seseorang, teman, tetangga, atau orangtua.

Bagaimana kita memaknainya? Semua kegiatan yang bagian pertama menyenangkan dan membantu kita untuk santai. Mungkin masalah-masalah terlupakan sebentar, dan mungkin bisa membuat kita tertawa. Itulah kesenangan. Dan semua aksi yang kedua termasuk yang mendatangkan kebahagiaan. Kesenangan merupakan apa yang kita alami selama berlangsungnya kegiatan itu. Sedangkan kebahagiaan adalah apa yang kita alami setelah tindakan. Bisa dikatakan, kebahagiaan lebih mendalam dan menetap.

Sering juga kita beranggapan bahwa kehidupan yang menyenangkan dan bebas dari penderitaan, itulah kebahagiaan. Padahal, untuk menuju kebahagiaan, sering melibatkan kesulitan, kesusahan, dan sejenisnya. Dan karenanya banyak orang yang menghindarinya dan akibatnya semakin jauh dari kebahagiaan. Sebagai gambaran, sebuah keluarga yang memiliki anak mulai dari kandungan, membesarkannya sejak bayi, anak-anak, remaja hingga dewasa. 'Penderitaan' membesarkan anaklah yang mendatangkan kebahagiaan orangtua. Bandingkan dengan sebuah keluarga, misalnya tiba-tiba, mendapatkan seorang anak pada saat anak sudah berumur misalnya 20 tahun.

Kesenangan itu sementara, dan tidak perlu banyak usaha. Kebahagiaan berlangsung lama, mungkin sampai akhir hayat. Kebahagiaan membutuhkan usaha. Aeschylus berkata, "Happiness is a choice that requires effort at times." Walaupun kebahagiaan tidak terdiri dari kesenangan-kesenangan, tapi kebahagiaan bukan berarti meniadakan kesenangan-kesenangan. Kebahagiaan mungkin terjadi dalam peristiwa-peristiwa menyenangkan. Tapi kesenangan bukan prasyarat kebahagiaan.

Kebahagiaan merupakan juga mengandung dimensi intelektual. Bukan seluruh aksi intelektual merupakan kebahagiaan, tapi aksi kebajikan yang bermuara pada kebahagiaan itu. Dengan demikian kebahagiaan berkaitan erat dengan pikiran dan dunia batin seseorang. "Happiness is an inner state of well being. A state of well being enables you to profit from your highest: thoughts, wisdom, intelligence, common sense, emotions, health, and spiritual values in your life," demikian kata Lionel Ketchian.

Kebahagiaan sejatilah yang menjadi tujuan hidup manusia dan yang harus dicarinya dalam hidupnya. Dan itu terjadi dalam tindakan-tindakan kebaikan, kebajikan, dan keutamaan-keutamaan hidup. "Orang yang paling bahagia adalah orang yang menyentuh kehidupan pada sebanyak mungkin titik," kata Theodore Roosevelt.

Albert Einstein, filsuf dan ahli fisika yang terkenal itu pernah menuliskan, "If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or things." Pertanyaannya adalah, "Apa yang menjadi tujuan hidup Anda?"
---
Fransiskus Nadeak
***

8 comments:

Anonymous said...

Pengertian yang sangat membantu. Ini suatu insight baru bagiku...
Wassalam

Anonymous said...

Betul, sangat membantu pengertian. Ttims. Terus menulis utamanya yang seperti ini. Senaang baacanya...

Anonymous said...

PErspektif yang bagus...

Anonymous said...

Tulisan singkat tapi jelas en memamntapkan pengertian.
terim kasih, Ginting

Frans. Nadeak said...

#Muh. Baidowi
Terima kasih. Wassalam!

Frans. Nadeak said...

#Tri Subagyo
Semoga, dan jika ada tulisan saya lagi, mudah-mudahan bermanfaat.
Tks

Frans. Nadeak said...

#Trimadya
Terima kasih!

Frans. Nadeak said...

#GJW Gtg
Semoga hati dan budi kita semakin tecerahkan!